0

cerita inspirasi part 2

Posted by yuli.capriyanti10 on 16 September 2010 in Academic |

Nama   : Yuli Capriyanti

Laskar : 6 (enam)

Panji    : 1 (satu)

Cerita Inspirasi

Sumber            : Pengalaman pribadi

Cerita yang saya alami ini cukup menyakitkan dan tak akan terlupakan. Ini saya alami ketika saya sedang duduk di bangku SMP, tepatnya saat kelas 7. Masih polos-polosnya karena saya masih mengalami masa peralihan dari anak SD menjadi anak SMP. Pada awal pertemuan, seperti yang orang-orang sering lakukan saya pun berknalan dengan teman-teman baru di kelas, berbincang-bincang tntang pribadi, dan masa SD.

Semua berjalan baik awalnya, tapi semua berubah secara tiba-tiba, entah mengapa semua orang menjadi sinis, sebal, bahkan menjauhi saya. Tapi, saya tidak sedikitpun tau. Heran, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Miris mungkin tapi saya berusaha memperbaiki keadaan yang ada. Betapa menyakitkannya ketika sebagian teman-teman memandang dengan mata sinis, berbicara kasar, dan menjauhi saya. Saya mencoba bersabar dan tidak membalas api itu dengan api, tapi membalas api itu dengan air, agar api itu bisa padam. Tapi semua tak semudah kelihatannya, susah sekali memadamkan api itu, tapi saya coba terus bersabar dan bersabar, karena hanya itu yang saya bisa. Tapi saya pun hanya manusia biasa yang juga lemah, terkadang saya pun menangis.

Saya sering tidak betah berada di kelas dan bermain di kelas orang. Kelas 7 dan 8 pun berlalu, sekarang saya telah beranjak menjadi murid kelas 9. Berusaha melupakan apa yang terjadi dan berusaha menjadi biasa saja. Saat saya kelas 9, kebetulan saya bertemu dengan salahsatu teman sewaktu kelas 7 yang lumayan berpengaruh di kelas. Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, dan akhirnya ia menceritakan apa yang terjadi. Hingga saya mendapatkan jawaban yang saya cari selama masa SMP. Ternyata tragedi itu terjadi karena ada kesalahpahaman dan ada yang memitnah diri saya, entah apa salah saya sehingga dia bersikap seperti itu. Dengan bantuan teman saya itu, saya coba menjelaskan sejlas-jelasnya apa yang terjadi dan meminta bantuan dia untuk menjelaskan kmbali ke teman-teman yang lain.

Betapa leganya saya saat itu, kesabaran saya berbuah manis dan saya bisa memadamkan api itu pada akhirnya, teman-teman saya yang dulu pun menjadi bersikap baik kembali. Mungkin, bila dari dulu saya berani mempertanyakan hal ini, saya akan mendapatkan kebebasan hati dari dahulu juga. Tapi saya tetap bersyukur, karena Allah memberikan akhir yang indah.

0

cerita inspirasi part 1

Posted by yuli.capriyanti10 on 16 September 2010 in Academic |

Nama   : Yuli Capriyanti

Laskar : 6 (enam)

Panji    : 1 (satu)

Cerita Inspirasi

Sumber            : Pengalaman Oranglain

Husin Abdullah, Pahlawan Kebersihan

Penampilannya sangat sederhana, bahkan barangkali ada yang menganggapnya ”gila”. Hanya saja, sikap spartannya terhadap kebersihan mungkin membuatnya berhak menyandang gelar ”pahlawan kebersihan”. Itulah Husin Abdullah (64), warga Desa Batu Layar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Seringnya ia memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Indonesia termasuk wilayah Lombok, yang menurutnya sangat menyenangkan. Husin Abdullah mengenal tanah Lombok sejak tahun 1983, namun baru di tahun 1986 Husin memutuskan untuk menetap di Lombok.

Salah satu alasan mengapa Husin memutuskan untuk menetap di Lombok adalah karena ia merasa prihatin melihat kondisi masyarakat Lombok yang miskin dan hidup dalam lingkungan yang kotor. Husin juga pernah merasa prihatin dengan perilaku warga sekitar yang tak mengenal kakus. Maka ia sempat menjual rumahnya di Australia dan membangunkan sejumlah kakus di pinggir Pantai Desa Batu Layar. Tapi sayang, kakus itu tidak dirawat dengan baik, hingga sekarang sudah rusak.

”Kegilaan” lelaki asal Selandia Baru terhadap kebersihan itu bisa dibuktikan di jalan-jalan Kota Mataram. Dia berhenti di bak penampungan sampah, lalu mengumpulkan daun-daun, botol dan gelas plastik bekas, sampai kotoran kuda dan sapi. Dia pun akan memberikan penyuluhan kepada pejalan kaki yang melintas saat ia sedang mengumpulkan sampah.

Kawasan pesisir dan sungai seputar kawasan obyek wisata Senggigi dan Kota Mataram juga menjadi tempat ”bermain” Husin karena di situ banyak sekali sampah rumah tangga yang tergerus air sungai dari hulu. Sampah itu berceceran di pasir, selain mengapung digoyang ombak laut yang membuat kawasan itu tampak kotor.

Sampah plastik itu dibawa dengan mobil Isuzu pick up, kemudian dibakar, sedangkan sampah dedaunan diolahnya dengan mesin penghancur sampah, kemudian dicampur dengan kotoran ternak, diendapkan selama dua hari. Limbah-limbah yang semula tidak berharga menjelma menjadi pupuk kompos yang sangat baik bagi tanaman, terutama tanaman sayuran/hortikultura.

Alat penghancur sampah yang digerakkan mesin diesel 8 HP (tenaga kuda) itu dibuatnya sendiri, modifikasi dari mesin buatan Selandia Baru, yang juga dilengkapi 15-18 cutting (pisau) dan blower (kipas). Bahan organik kaya akan sumber hayati (bokashi) seperti jerami, daun, dan ranting dimasukkan ke bak penampungan, diproses sampai hancur jadi bubur, yang nantinya dijadikan bahan pupukkompos.

Setidaknya sudah 12 mesin penghancur sampah bikinannya dibeli sejumlah instansi dengan harga jual Rp 7 juta per unit. Berkat mesin itu pula Husin Abdullah meraih Anugerah Teknologi Tepat Guna Kategori Pengembang dari Pemerintah Provinsi NTB, 17 Desember 2004, berikut hadiah Rp 2,5 juta. Malah dengan peralatan bikinannya itu, kian lengkaplah julukan ”pahlawan kebersihan” yang diberikan banyak kalangan di Mataram.

Ia membiayai pembangunan 46 jamban di Desa Kediri, Lombok Barat. Sejumlah gerobak sampah juga disumbangkan kepada warga Desa Banyumulek, yang merupakan sentra industri kerajinan gerabah di Lombok Barat. Beberapa sumur gali dibiayainya, antara lain di desa-desa yang kondisi lingkungannya kumuh, seperti Desa Batu Layar, Melase, atau di Kelurahan Ampenan, Mataram.

Kepedulian Husin yang kemudian mendirikan Yayasan Cinta Lingkungan Lombok itu mengundang perhatian pengusaha hotel dan restoran di kawasan wisata Senggigi, selain bantuan rekan-rekan seasal dengannya yang tergabung dalam Rotary Club New Zealand. Warga Selandia Baru itu ikut menyokong aktivitas Husin, setelah menyetujui proposal yang diajukan berupa kegiatan pembinaan kebersihan lingkungan pada beberapa desa di Lombok.

Selama 24 tahun bergerak dalam urusan sampah tidak membuat laki-laki yang kini berusia 69 tahun ini bosan. Selama itu pula, Husin Abdullah mengaku akan terus berupaya untuk menjadikan Indonesia Bersih dan Hijau, meski jelas-jelas inii bukanlah negaranya.

Beliau ikhlas melakukan pekerjaan ini tanpa perduli apa kata orang tentang pekerjaanya. Yang ada dibenaknya hanya ingin melihat lombok khususnya Pantai Senggigi menjadi indah tanpa sampah yang betebaran. Beliau juga memiliki slogan yaitu “Merokok sama dengan Berjudi”. Husin Abdullah hanya orang berhati setengah malaikat yang memperjuangkan mati-matian untuk sesuatu yang bukan untuk dirinya sendiri. Bahkan 6 bulan yang lalu beliau sampai menjual motor-nya untuk menambah biaya memunguti sampah.

0

Pelatihan blog at cyber padi ..

Posted by yuli.capriyanti10 on 27 July 2010 in Academic |

S E R U !!!

walaupun sepi parah tapi tetep aja seru buat gw, udah gitu banyak bgt ilmu yang bisa gw dapetin disini terutama untuk melancarkan gw memakai fasilitas dari IPB..

jadi, yang belum  pelatihan, ayoo ikut..

Copyright © 2010-2016 yuli.capriyanti10's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.4, from BuyNowShop.com.